PENYAKIT KULIT SCABIES & KURAP

 SCABIES




Scabies adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh kutu mikroskopis bernama Sarcoptes scabiei. Kutu ini masuk ke dalam lapisan atas kulit dan menyebabkan gejala berikut:

1. Gatal yang parah

Biasanya lebih buruk di malam hari.

2. Ruam

Ruam biasanya muncul sebagai benjolan merah atau lepuhan kecil, sering kali disertai dengan kerak atau infeksi sekunder.

3. Luka atau Kerak

Disebabkan oleh garukan yang berlebihan.


CARA MENGATASI SCABIES

Untuk mengatasi scabies, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Penggunaan Obat Resep

a. Krim atau Salep

    Dokter biasanya meresepkan krim atau salep yang mengandung permethrin, lindane, atau sulfur untuk membunuh kutu dan telurnya. Oleskan ke bagian yang terkena dan gunakan sesuai petunjuk.

b. Obat Oral   

    Dalam kasus yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan obat oral seperti ivermectin.

2. Kebersihan

    Cuci semua pakaian, handuk, dan sprei dengan air panas dan sabun, kemudian keringkan dengan pengering panas.

3. Hindari Kontak Langsung

a. Jangan Berbagi Barang Pribadi

     Hindari berbagi pakaian, handuk, atau tempat tidur dengan orang lain hingga infeksi sepenuhnya sembuh.

b. Perawatan Keluarga

     Jika ada anggota keluarga yang terinfeksi, seluruh keluarga mungkin perlu menjalani perawatan untuk mencegah penyebaran.

4. Perawatan Kulit

a. Hindari Garukan

    Usahakan untuk tidak menggaruk ruam, karena dapat menyebabkan infeksi sekunder. 

b. Gunakan Krim Kortikosteroid

     Setelah perawatan, dokter mungkin merekomendasikan krim kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan gatal.

 5. Pemeriksaan Ulang

    Kunjungi dokter untuk memastikan infeksi telah sembuh dan tidak ada reaksi negatif terhadap obat. Segera berkonsultasi dengan dokter jika mencurigai infeksi scabies atau jika gejala tidak membaik dengan perawatan yang diberikan.




KURAP 



Kurap atau tinea, adalah infeksi jamur pada kulit yang dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh. Tinea disebabkan oleh dermatofita, yaitu jamur yang hidup di lapisan luar kulit, rambut, dan kuku. Infeksi ini sering kali menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hewan, atau benda-benda yang terkontaminasi.


Jenis-Jenis Kurap




1. Tinea Corporis

Infeksi jamur pada kulit tubuh. Biasanya muncul sebagai bercak merah bersisik dengan tepi yang menonjol.

2. Tinea Pedis

Juga dikenal sebagai athlete's foot, infeksi jamur di antara jari-jari kaki atau di telapak kaki. Gejalanya meliputi gatal, kemerahan, dan pengelupasan kulit.

3. Tinea Cruris

Juga dikenal sebagai jock itch, infeksi jamur di area selangkangan. Biasanya menyebabkan gatal, kemerahan, dan bercak bersisik.

4. Tinea Capitis

Infeksi jamur pada kulit kepala, sering menyebabkan kerontokan rambut sementara dan bercak gatal.

5. Tinea Unguium

 Juga dikenal sebagai onikomikosis, infeksi jamur pada kuku, menyebabkan kuku menjadi kuning, tebal, dan rapuh.

6. Tinea Barbae

 Infeksi jamur di area janggut dan kumis pada pria.


Gejala Tinea

1. Bercak bersisik 

2. Gatal 

3. Penyebaran pada area kulit

4. Perubahan kuku


CARA MENGATASI KURAP (TINEA)

Mengatasi kurap (tinea) melibatkan penggunaan obat antijamur dan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran infeksi. Berikut adalah panduan lengkap tentang cara mengatasi tinea:

1. Pengobatan Topikal

a. Krim atau salep 

     Oleskan krim atau salep antijamur yang mengandung bahan aktif seperti terbinafine, clotrimazole, miconazole, atau ketoconazole. Ini adalah pengobatan pertama untuk infeksi jamur pada kulit. Ikuti petunjuk pada kemasan atau sesuai anjuran dokter. 

 b. Shampoo Antijamur 

     Untuk tinea capitis (infeksi kulit kepala), gunakan shampoo antijamur yang mengandung ketoconazole atau selenium sulfida.


2. Pengobatan Oral

     Jika infeksi tidak membaik dengan pengobatan topikal atau jika infeksi meluas (seperti tinea capitis atau tinea unguium), dokter mungkin meresepkan obat antijamur oral seperti terbinafine, itraconazole, atau fluconazole. Ikuti dosis dan durasi pengobatan yang diresepkan oleh dokter.


3. Perawatan Kulit dan Kuku

a. Jaga area yang terinfeksi tetap bersih dan kering. Cuci area dengan sabun dan air, lalu keringkan dengan lembut.

b. Hindari menggaruk area yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran jamur ke area lain atau infeksi sekunder.

c. Gunakan pakaian bersih dan ganti secara teratur. Jangan berbagi handuk atau pakaian dengan orang lain.


4. Pencegahan Penyebaran

a. Hindari berbagi barang pribadi seperti handuk, sepatu, atau alat olahraga.

b. Gunakan kaos kaki dan sepatu yang menyerap keringat ,untuk mencegah tinea pedis (athlete's foot), pilih kaus kaki dari bahan yang menyerap keringat dan ganti secara teratur. Gunakan sepatu yang memungkinkan sirkulasi udara yang baik.

c. Mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan kulit.


5. Perawatan Tambahan

     Untuk tinea unguium yang parah, mungkin memerlukan prosedur untuk mengangkat kuku atau menggunakan terapi laser.


6. Konsultasi Medis

     Jika infeksi tidak membaik dengan pengobatan rumah atau over-the-counter, atau jika infeksi meluas atau berulang, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi dan pengobatan lebih lanjut.



Mengikuti langkah-langkah ini dapat membantu mengatasi tinea secara efektif dan mencegah infeksi berulang. Selalu ikuti petunjuk penggunaan obat dan perawatan yang disarankan oleh profesional medis.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UNIVERSITAS AN NUUR